Laman

Senin, 20 Februari 2012

Alun Alun Batu di Batu Malang


Alun-alun merupakan suatu lapangan terbuka yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan dan dapat digunakan kegiatan masyarakat yang beragam.di buat oleh Fatahillah. Menurut Van Romondt (Haryoto, 1986:386), pada dasarnya alun-alun itu merupakan halaman depan rumah, namun dalam ukuran yang lebih besar. Penguasa bisa berarti raja, bupati, wedana dan camat bahkan kepala desa yang memiliki halaman paling luas di depan Istana atau pendopo tempat kediamannya, yang dijadikan sebagai pusat kegiatan masyarakat sehari-hari dalam ikwal pemerintahan, militer, perdagangan, kerajinan dan pendidikan. 

alun-alun kota malang tempo dulu
(foto: pesonamalangraya.com)

Lebih jauh Thomas Nix (1949:105-114) menjelaskan bahwa alun-alun merupakan lahan terbuka dan terbentuk dengan membuat jarak antara bangunan-bangunan gedung. Jadi dalam hal ini, bangunan gedung merupakan titik awal dan merupakan hal yang utama bagi terbentuknya alun-alun. Tetapi kalau adanya lahan terbuka yang dibiarkan tersisa dan berupa alun-alun, hal demikian bukan merupakan alun-alun yang sebenarnya. Jadi alun-alun bisa di desa, kecamatan, kota maupun pusat kabupaten.
Pada awalnya Alun-alun merupakan tempat berlatih perang (gladi yudha) bagi prajurit kerajaan, tempat penyelenggaraan sayembara dan penyampaian titah (sabda) raja kepada kawula (rakyat), pusat perdagangan rakyat, juga hiburan seperti "rampogan" acara yang menarik dan paling mendebarkan yaitu dilepaskannya seekor harimau yang dikelilingi oleh prajurit bersenjata.

Masa masuknya Islam, bangunan masjid dibangun di sekitar alun-alun. Alun-alun juga digunakan sebagai tempat kegiatan-kegiatan hari besar Islam termasuk Salat idul fitri. Pada saat ini banyak alun-alun yang digunakan sebagai perluasan dari masjid seperti Alun-alun Kota Bandung.

Pada periode berikutnya kehadiran kekuasaan Belanda di Nusantara, ikut memberi warna bentuk baru dalam tata lingkungan alun-alun. Hal ini terlihat dengan didirikannya bangunan penjara pada sisi lain alun-alun, termasuk di Alun-alun Yogyakarta. Pendirikan bangunan-bangunan untuk kepentingan Belanda sekaligus mengurangi fungsi simbolis alun-alun, kewibawaan penguasa setempat (penguasa pribumi).

Periode zaman kemerdekaan, banyak alun-alun yang berubah bentuk. Salah satunya alun-alun malang. Faktor pendorong pertumbuhan ini macam-macam diantaranya kebijakan pemerintah, aktivitas masyarakat, Perdagangan dan Pencapaian (Dadang Ahdiat, 1993).

Alun-alun Kota Wisata Batu adalah tempat bersantai bersama keluarga. Dilengkapi berbagai fasilitas tempat duduk eksklusif stanlish beratap glosy transparan yang berfungsi sebagai smoking area yang berada di sudut bagian barat sebelah utara dan selatan. Berjumlah 4 lokasi, di tempat duduk itu siapapun bisa memandang kemolekan Alun-alun maupun panorama pegunungan yang mengililingi kota sejuk di Jawa Timur ini. 
Alun-alun yang diresmikan 7 Mei 2010 tersebut memiliki daya tarik yang luar biasa, banyak daerah yang mengagumi alun-alun yang berdampingan dengan Masjid An-Nur itu. Dari segi bangunan, alun-alun mempunyai replika buah apel, strawberry, tugu apel, patung sapi, botol susu, kelinci, wortel, lampion kol, jeruk dan bunga yang merupakan simbol potensi kota Batu.

 foto: kotawisatabatu.com

Tak ketinggalan, bagi yang ingin menikmati panorama Kota Wisata Batu dan sekitarnya dari ketinggian, para pengunjung dapat menaiki “Bianglala” yang berputar pelan dari bawah hingga ke puncak berketinggian lebih dari 60m. Dari sana hamparan luas pegunungan dan hijaunya tanah hutan dan ladang pertanian masyarakat tampak menawan, disertai banyak bangunan perumahan penduduk, hotel berjajar rapi dan obyek-obyek wisata yang datar nan menjulang. 


Demikian, bagi keluarga yang membawa anak-anak, di Alun-alun juga disediakan beberapa Playground anak yang bisa dinikmati secara gratis. Misalnya, ayunan, lorong-lorong menyembul laksana Goa yang dinaiki anak kemudian membiarkan diri badannya meluncur ke bawah, gugusan air mancur dari dasar tanah. Replika sayuran juga mengemuka disana, diantaranya kubis, apel, kemasan susu segar pasterius. Bahkan bagi anak yang menyukai dunia binatang seperti kelinci, singa, sapi perah, gajah juga tersedia di sana meski itu berbentuk replika dari semen maupun dari foam, malah di malam hari replika para binatang itu tampak menyala terang dengan lampion. Sehingga, bila para tamu akan mengabadikan diri dengan kamera, pasti akan nampak indah dan elegan. 

 foto: pesonamalangraya.com

Areal seluas sekitar 1 hektar itu tak hanya bersih dan indah, namun modern. Terbukti, bagi yang ingin menikmati acara-acara musik live di sana terdapat media Televisi besar 40” pada pintu masuk sebelah timur yang mengetengahkan acara-acara live musik, pertandingan Sepakbola, MotoGP, Formula dan sebagainya. Begitu pun bagi para pengunjung yang ingin Online dapat bersantai mengoperasikan Laptop berWifi di tempat duduk yang banyak sekali di tengah area Alun-alun. 

Satu lagi, bagi pecinta seni dan kreator, alun-alun dapat dijadikan tempat menumbuhkan berjuta inspirasi untuk menghasilkan karya-karya spektakuler. Apalagi, bila berkarya kreatif yang dapat mengembangkan Kota Wisata Batu dan kesejahteraan masyarakatnya, maka tentu karya itu akan mendapatkanreward dari pemerintah secara signifikan.

 foto: dokumentasi pribadi

Untuk melayani para pengunjung dalam menikmati Alun-alun dan suasana Kota Wisata Batu, juga disediakan Gedung berbentuk Apel untuk sarana toilet umum yang cukup bersih. Bahkan, Pemkot melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Wisata Batu menyediakan layanan informasi pariwisata secara umum di Gedung Strawberry yang terletak di ujung paling barat Alun-alun ini. 

foto; dokumentasi pribadi

Maka itu, tak perlu berdebat, semestinya kita terus membuktikan untuk mendatangi dan menikmati sebuah “Jantung Kota” yang penuh pesona dari daerah sentra wisata di Jawa Timur ini. Ayo berwisata ke alun-alun batu....

sumber: wikipedia bahasa Indonesia, kategori ensiklopedia bebas &kotawisatabatu.com

Minggu, 19 Februari 2012

Terimakasih teruntuk anak&suami koe...

Bismillahirrohmanirrohim...
Alhamdulillahirobbil'alamiin...
Ya ALLOH atas semua karunia, rahmat & bahagia yg KAU limpahkan pd kami...

semua yg tlah terjadi & yg akan terjadi adalah atas kehendak&ridhoMU...
semoga kami selalu memiliki kekuatan iman, kesabaran, keikhlasan&berhusnudzon dg semua apa yg ENGKAU limpahkan pada kami, baik itu bahagia, suka, duka, ujian&cobaanMU...mg hari ini & esok akan lebih baik...baik untuk dunia&akhirat kami...

terimakasih Ya ALLOH...ENGKAU karunia kan pada koe, anak & suami yg begitu sabar&baik hati...panjangkanlah umur mereka, bahagiakanlah mereka berdua...jadikanlah peluh keringat suami hamba disaat bekerja sbg ladang amal&sedekah bagi nya, yg mampu menghantarkannya ke Jannah MU....
jadikanlah hamba wanita, ibuk & istri yg sholehah, istri yg selalu di hati anak2 koe & suami koe...sehingga ENGKAU pun ridho pada koe...


terimakasih teruntuk ananda aji & ayahanda...yg telah memberikan kado terindah pada malam tanggal 14 Februari (dalam cahaya lilin...cz lagi lampu mati, jadi sok romantis...hehehe)...dan...pada tanggal 17 Februari 2012...itu adalah kado terindah dari kalian berdua...

8 tahun yg lalu (Selasa, 17 Februari 2004) adalah hari pernikahan kita...semoga di Ulang Tahun Pernikahan yg ke-8thn ini kebahagiaan, keberkahan, rahmat, ridho&ampunanNYA selalu menyertai kita..Rumah Tangga baiti jannati, sakinah, mawaddah, warohmah didunia&akhirat..serta semoga kedua orangtua kita, saudara, teman&sahabat smua nya juga selalu berbahagia...mg semua ini berbarokah.aamiin...

terimakasih TUHAN..
terimakasih ananda koe, aji...
terimakasih suami koe, ayahe aji...

violetta-koe

Selasa, 10 Januari 2012

Sawo Enak dari Bringin Pare

Bagi yang sering ke Pare dari arah Jombang (Utara), pasti sudah tahu daerah atau desa Bringin. Desa Bringin adalah desa yang merupakan pintu masuk kota Pare melalui jalur utara (dari arah jombang / Surabaya). Apa sih keisitimewaan desa ini. Jika kita perhatikan, biasa saja, tapi jika diteliti lebih seksama, maka disepanjang jalan raya desa ini terdapat gubuk sederhana (berupa bambu) untuk berjualan. yang membuat istimewa adalah barang dagangan yang dijual adalah buah sawo. Terkadang saat musim petai (pete, bahasa jawa), juga ada pedagang yang menjual petai, bahkan jika musim rambutan ataupun alpukat, terkadang juga ada yang menjual buah tersebut. Akan tetapi yang paling sering dijual dan yang merupakan ke-khas-an daerah ini selalu ada yang jualan buah sawo yang berwarna coklat ini.

ehm.....yummy

Banyak pedagang sawo menata daganganya di lapak lapak yang berjajar di tepi jalan raya jalur Kediri  - Surabaya, tepatnya di Desa Bringin yang terkenal ramai. Dalam penataan sawo ini, penjual menata dagangannya dengan sangat menarik, sehingga mengundang para pengemudi atau pengendara mampir untuk membeli buah yang terkenal manis sebagai oleh-oleh. Sehingga sangat sayang bila pas kita lewat jalur tersebut tapi kita tidak membelinya. Sehingga, yang khas dari dagangan ini yaitu buah tidak dijual perkilo, tapi dibentuk seperti gunung dalam wadah (nampan)


Jika anda melewati kawasan ini, silahkan dicoba ya, untuk mampir dan membeli buah yang manis ini, bisa untuk dikonsumsi bersama keluarga atau sebagai buah tangan (oleh-oleh).

Rabu, 04 Januari 2012

perjalanan yg menyenangkan..

Alhamdulillah..aji bs menikmati indahnya alam ciptaanMU Ya ALLOH di Tanah Harapan...kepulauan Bangka Belitung...aji diajak jalan-jalan oleh ayah ke pantai dan tempat-tempat yg indah, baru & menyenangkan...aji pernah diajak ke pantai matras, pantai tanjung pesona, pantai teluk limau, pantai batu belubang, pantai batu berdaun...semua di sekitar sungailiat (bangka)...juga ke pantai tanjung kalian di muntok (bangka barat)...pantai tanjung langka....bahkan juga pernah ke pantai yg ada di belitung...
mg semua ini berbarokah, mendapat rahmat, ridho&ampunanMU.aamiin...
senyum SEMANGAT...i love pantai...anak pantai.....


menikmati indahnya pantai matras di sungailiat (kab.bangka)

menikmati indahnya pantai tanjung rusa di belitung...
aji...bintang belitung...hehehe...

menikmati pantai tanjung pesona with kung malang & ayah e aji:

Subhanalloh...masjid Agung di kota Sungailiat:

puncak mercu suar di tanjung kalian, muntok, bangka barat

gunung menumbing di muntok


di puncak gunung menumbing terdapat giri astana menumbing....bangunan di belakang aji jg salah satu gedung yg merupakan tempat pengasingan bung karno&bung hatta di muntok bangka barat oleh belanda pd thn 1948...sejauh mata memandang akan tampak lautan bagian barat paling utara dari pulau bangka (selat bangka)..



di giri astana menumbing terdapat dua bangunan besar, yang terlihat di foto di belakangnya aji adalah salah satu rumah yg pernah ditempati saat presiden & wakil presiden RI selama masa pengasingan. sedangkan bangunan yang satunya adalah bangunan utama dimana terdapat benda2 peninggalan yg pernah dipakai oleh mereka saat pengasingan..kedua bangunan ini masih berdiri kokoh.

 ruang tamu & kerja bung karno & bunga hatta di pengasingan
(giri astana menumbing, muntok)

mobil antik BN 1 D

terdapat mobil antik yang pernah digunakan bung karno & bung hatta..juga ruang tamu yg juga digunakan sebagai ruang kerja, dimana diruangan ini terdapat banyak foto2, berita surat kabar,dll yg berhubungan dg peristiwa dimasa itu..juga ada kamar tidur & kamar mandi yg perlengkapannya masih lengkap semua..bahkan peci (kopyah/songkok bung karno& bung hatta juga masih ada lho)..juga ada beberapa gazebo yang sengaja dibangun untuk tempat istirahat & berekreasi bagi pelancong (wisatawan)..oh, iya...ditempat ini terdapat petugas yang bertugas merawat & menjaga agar tempat ini tetap terawat & baik kondisinya...

saat di puncak bangunan gedung yg paling atas...
Subhanalloh...kita bisa melihat indahnya kota muntok yang ada di ujung barat pulau bangka...terlihat hamparan bukit menghijau...alam pegunungan yang indah, elok &asri (amazing...masih alami)...juga disudut lainnya, kita bisa melihat indahnya lautan yang terhampar luas nun jauh di sana...bahkan puncak mercusuar di tanjung kalian juga bisa terlihat dari sini...

di giri astana menumbing ini..kita bisa menikmati keindahan alam puncak gunung sekaligus menambah ilmu sejarah tentang negeri kita ini..bukankan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa2 para pahlawannya...

tapi sayang..akses jalan menuju kesana yg sedikit susah...karena berada di puncak gunung, dimana jalannya banyak yang rusak (berlubang aspalnya), sempit & berkelok2, curam & ada jurang...bahkan saat berangkat kesana aji agak merasa was2 (takut) karena begitu banyak rerimbunan pohon yg tinggi menjulang yang menutupi jalan, sehingga matahari tidak leluasa menembusnya...yg mengakibatkan suasana seperti gelap....dan...Alhamdulillah disaat siang hari, barulah terlihat cerah&terang saat perjalanan turun dari gunung menumbing..

dulu ditempat ini juga terdapat hotel lho...tapi sayang, sekarang sudah tidak berfungsi lagi...semoga ke depannya...tempat ini lebih mendapat perhatian dari semua pihak (kalangan), utamanya pemerintah daerahnya...agar dikembangkan menjadi salah satu aset pariwisata yang menjadi unggulan...karena...di sekitar muntok terdapat begitu banyak situs2 bersejarah & juga pantai nya yang indah nian...jika dikelola dengan baik&bijaksana..alhasil akan mengundang minat&daya tarik bagi wisatawan domestik/mancanegara yang akan menghasilkan devisa melalui sektor pariwisatanya...semoga bisa...


we coming Tanah harapan...mg berbarokah.aamiin...Bismillah...




Senin, 26 Desember 2011

Taman "Thamrin"...Alun-Alunnya Kota Pare

Sudah menjadi keharusan biasanya bagi warga masyarakat tertentu untuk berekreasi (refreshing) setiap akhir pekan (hari sabtu dan minggu), untuk melepas penat akibat aktifitas rutin ataupun juga untuk membahagiakan keluarga terutama anak-anaknya. Bagi yang berkantung tebal, mereka dapat berwisata ke tempat yang agak jauh dan menggunakan kendaraan pribadi. Tapi bagi kalangan menengah ke bawah, alun-alun merupakan salah satu alternatif tempat rekreasi yang murah meriah.


Demikian juga yang terjadi di kota koe tercinta, kota Pare. Jika dahulu saat aku masih sekolah di SMP 1 Pare (sekarang SMPN 2 Pare) yang letaknya dekat dengan taman Thamrin ini masih sepi, dengan kondisi yang kurang terawat. Tapi, Alhamdulillah, sekarang menjadi "jujugan" wajib bagi orang yang ada di pare untuk menikmati malam di taman Thamrin"nya kutho Pare.



Sebenarnya tempat ini bukan alun-alun, akan tetapi sebuah taman, sedangkan masyarakat sudah terlanjur menyebutnya dengan alun alun "Thamrin" atau alun-alun Pare. 

Saat malam minggu atau malam hari libur, dijamin dech...sangat ramai. Dengan luas taman yang tidak seberapa luasnya, tapi mampu mengobati kerinduan dan dahaga warga yang membutuhkan hiburan, terutama bagi pasangan yang telah memiliki anak yang usianya masih kecil (balita). mereka begitu dimanjakan dengan banyaknya penjual makanan dan mainan bagi anak-anak. begitu mudahnya ditemui pedagang kaki lima atau warung-warung tenda yang menjual aneka makanan dan minuman disepanjang pinggir area trotoar taman ini. Di sebelah barat alun alun yang masih dalam satu kawasan dengan taman ini, jika malam minggu atau malam hari libur terlihat ada banyak arena permainan bagi anak-anak, ada kereta putar, arena pemancingan ikan, ogol-ogol, mandi bola, bianglala mini dan permainan lainnya. Dengan uang Rp.10.000,- anak kita bisa melakukan 3 atau 4 arena permainan. Dijamin anak senang dan orangtua jua senang.


pohon beringin 'ringin budho" dan arca


Di taman ini dahulu terdapat pohon beringin yang sangat rindang dan besar, sehingga terasa sejuk dan teduh. Dan saat ini pohon tersebut masih tetap ada dan dipertahankan meskipun sudah tidak serindang dahulu, karena telah dipotong (dipangkas), di bawah pohon beringin  atau ringin budho ini terdapat arca ' mbah budho".

Jika pagi hari, di sekitar taman ini dapat ditemui penjual nasi pecel, dimana pembeli bisa langsung makan di sana dengan duduk di atas tikar sambil menikmati indahnya pagi hari di kota kecil yang penduduknya ramah ini. Pada minggu pagi lebih ramai lagi, karena banyak warga yang memanfaatkan untuk tempat jogging, olahraga, sepeda santai, jalan santai dan lain-lain. Sedangkan bagi pelajar yang ikut kursus di "kampung inggris" biasanya alun-alun ini dipakai sebagai tempat belajar outdoor dan nongkrong bareng.


kota adipura

Kota pare adalah kota adipura, semoga ke depannya warga masyarakat sekitar pare tetap memiliki kesadaran dan kepedulian akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungannya. Dan hal tersebut dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga terlebih dahulu, seperti membuang sampah pada tempatnya, melakukan penghijauan di pekarangan rumah, dsb. Sehingga gelar sebagai kota adipura bukan hanya simbolis semata, tetapi bisa diwujudkan dan terlihat nyata di setiap sudut kota tercinta kami.


semoga kota kami tercinta dan warganya selalu mendapatkan rahmat, berkah dan perlindungan dari ALLOH.aamiin...


i love Pare ^_^

Senin, 12 Desember 2011

Pare Kota Tercinta_koe

Pare...oh...Pare...kota kecil di timur Kediri, tepatnya terletak 25 km sebelah timur laut kota Kediri, atau sekitar 120 km barat daya Kota Surabaya. Pare berada pada jalur Kediri-Malang dan jalur Jombang-Kediri serta Jombang - Blitar.  Pare, disanalah aku dilahirkan dan tumbuh kembang hingga menginjak remaja. Kota kecil yang nyaman, damai, sejuk dan sangat nyantai. Yap, betul...di kota kecil ini hiruk pikuk aktifitas manusia tidak seruwet dan setegang kota-kota yang lainnya. Keramah-tamahan dan gotongroyong warga yang masih kental terasa. Akankah semua itu kan tetap ada dan lestari, ataukah akan tergerus roda modernisasi dan kapitlisme masa kini.

simpang ringin budho

Sudah lama ada wacana Pare dikembangkan menjadi ibu kota Kabupaten Kediri, yang secara berangsur-angsur dipindahkan dari Kota Kediri. Namun niat ini tidak pernah serius dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten atau para Bupati yang menjabat. (mulai era Bupati H. Sutrisno, Wacana tersebut akhirnya benar-benar dibatalkan, karena akan mendapatkan protes dari warga di sebagian wilayah Kabupaten Kediri, terutama di daerah selatan-seperti Kras, Ngadiluwih, Kandat dan Ringinrejo dan di daerah barat sungai Brantas-seperti tarokan, Grogrol, Banyakan, semen dan Mojo. Sehingga diambil jalan tengah dengan menempatkan Pusat pemerintahan di wilayah Kec. Ngasem Kediri, tepatnya di Ds. Sukorejo (biasa disebut Katang) dan akan juga dibangun Pusat Bisnis di Wilayah Kota Baru Gumul.)

jalan raya pare

Kota Pare yang berada pada ketinggian 125 meter di atas permukaan laut ini mempunyai udara yang tidak terlalu panas. Berbagai jenis jajanan dan makanan enak dan higinis dengan harga "kampung" dapat dijumpai dengan mudah di kota kecil ini. Kuliner khas yang banyak dijumpai adalah nasi pecel, dengan harga yang relatif murah (sekitar Rp.2.500,-) satu bungkus/per porsi dimana sudah berisi lauk (tempe/tahu) dan peyeknya...ehm yummy...uenaak, pagi-pagi makan nasi pecel.

tugu garuda di perempatan RSUD Pare

Berbagai infrastruktur dan fasilitas kehidupan kota juga dengan mudah dapat dijumpai: hotel dan penginapan, rumah sakit (yang besar HVA dan RSUD), Rumah Sakit Swasta juga ada seperti RS Amelia, Rumah Bersalin dengan fasilitas yang lengkap juga ada, seperti Nuraini dan rumah bersalin lainnya. Terdapat fasilitas bank yang beraneka macam (BCA, BRI, Mandiri, Danamon, Bank Jatim, BNI), ATM bersama, warnet 24 jam ber-AC, masjid, stadion, pemandian (kolam renang) dan lain sebagainya.

RS HVA Toeloengredjo tempo dulu

adipura kebanggaan kota Pare

Pare merupakan kota Adipura. Semoga warga pare memiliki rasa empati yang tinggi terhadap kebersihan lingkungannya, agar gelar sebagai kota adipura tidak hanya sebagai simbol semata. Mari kita hijaukan kot pare tercinta dengan dimulai dari diri kita sendiri di sekitar rumah kita, seperti dengan menanam tanaman di pot-pot, ataupun di lahan yang ada, lebih bagus lagi jika tanaman toga (tanaman obat keluarga).

SMPN 2 Pare

Sekolah-sekolah favorit banyak berdiri di kota pare ini dari tingkat TK sampai dengan SMA. Seperti tingkat TK ada TK Tauladan, TK Al-Fath, TKIT Empat Mei, setingkat SD ada yang bertaraf internasional seperti SDN I Pare, ada juga SDIT Empat mei, SD Al-Fath. Ada SMP Negeri 2 Pare yang merupakan sekolah bertaraf internasional. Pada tingkat SMA terdapat SMA Negeri I Pare dan SMA Negeri 2 Pare yang merupakan SMA kelas Internasional.

SMA Negeri 1 Pare
Pare memiliki tanah yang subur bekas letusan gunung Kelud dan tidak pernah mengalami kekeringan. Produk agraria andalan dari Pare adalah bawang merah, biji mente dan melinjo. Sedangkan oleh-oleh khas dari Pare antara lain adalah tahu kuning dan gethuk pisang. Di Pare sudah lama bermunculan industri menengah bertaraf internasional, seperti industri plywood dan pengembangan bibit-bibit pertanian. Tempat-tempat rekreasi pun telah ada semenjak tahun 1970-an meskipun sederhana, seperti Pemandian Corah, stadion Canda Bhirawa, alun-alun "Ringin Budo"serta sentra ikan hias di Dusun Surowono Desa Canggu.

Stadion Canda Bhirawa Pare
Pare terutama Desa Pelem dan Tulungrejo juga dikenal mempunyai potensi pengembangan kursus Bahasa Inggris. Saat ini lebih banyak bermunculan berbagai jenis bimbingan belajar terutama kursus-kursus Bahasa Inggris. Lebih dari 20 buah lembaga bimbingan belajar menawarkan kursus Bahasa Inggris dengan program program D2, D1 atau short course untuk mengisi waktu liburan. 

BEC (kursus inggris)

Dalam hal ini, kota Pare sebagai pusat belajar bahasa Inggris yang murah, efisien dan efektif sudah terkenal hingga keluar Pulau Jawa. Sebagai efek ikutannya, di daerah Tulungrejo sekarang muncul berbagai jenis tempat penginapan dan kost yang menampung para pelajar dan maupun pekerja. Tarif kos per orang bervariasi dari 50 ribu hingga 200 rb per bulan bergantung faasilitas yang disediakan pemilik kost.

Kecamatan Pare menjadi terkenal di seluruh dunia karena di sinilah antropolog kaliber dunia, Clifford Geertz, yang saat itu masih menjadi mahasiswa doktoral - melakukan penelitian lapangannya yang kemudian ditulisnya sebagai sebuah buku yang berjudul "The Religion of Java". Dalam buku tersebut Geertz menyamarkan Pare dengan nama "Mojokuto". Di Pare, antropolog ini sering berdiskusi dan berkonsultasi dengan Bapak S. Sunuprawiro (alm), waktu itu menjadi wartawan Jawa Pos. Pak Sunu merupakan salah satu narasumber yang membantu antropolog tersebut dalam menyelesaikan bukunya.
perempatan mastrip

Foto di atas adalah perempatan mastrip yang merupakan jalur dimana bisa menuju arah ke dan dari Kediri-Malang, Blitar-Pare, Blitar-Jombang. Pare termasuk kota lama. Ini terbukti dari keberadaan dua candi tidak jauh dari pusat kota, yakni Candi Surowono dan Candi Tegowangi, serta keberadaan patung "Budo" yang berada tepat di pusat kota. Ketiga peninggalan ini membuktikan bahwa Pare telah lahir ratusan tahun lalu. Dahulu di Pare terdapat jalur kereta api dari Kediri ke Jombang, tetapi sekarang hanya tersisa relnya saja. Hanya sampai sekarang belum diketahui dengan pasti kapan kota Pare berdiri dan siapa pendirinya.

Pare..oh...Pare...
kau slalu dihatikoe...^_^...

Rabu, 16 November 2011

indahnya alam ini

Subhanalloh...Alhamdulillah...Allohuakbar...
indahnya alam ciptaanMU Ya ALLOH...saat kami mendapat kesempatan menikmati salah satu kebesaranMU...pantai yg elok & eksotik banget...pantai tikus di sungailiat kab.bangka...

sungguh...memang kep.bangka belitung adalah salah satu daerah di indonesia yang memiliki begitu banyak pantai...dimana pantai tersebut memiliki kekhasan, karakteristik & keindahan yang berbeda-beda...ada pantai yang berpasir begitu luasnya dan panjang banget, seperti pantai pasir padi di kota pangkalpinang, pantai matras di sungailiat kab.bangka, pantai tanjung langka di koba kab.bangka tengah....juga ada pantai yg terdapat batu-batu besarnya, seperti pantai teluk limau, pantai tikus, dll...ada pantai yang sudah go internasional & begitu populer, seperti pantai parai tenggiri dan pantai tanjung pesona di sungailiat...juga ada pantai batu berdaun, pantai batu berlubang, pantai tanjung langka dan masih banyak lagi yang lainnya...

pantai parai tenggiri & pantai tanjung pesona adalah beberapa pantai di sungailiat yang sudah terkenal lho...bahkan di tempat ini terdapat hotel berbintangnya, ada resor & permainan air yang menantang...masih banyak lagi pantai-pantai yang belum terekspos & dimanfaatkan secara optimal sebagai aset daerah yang mampu mendatangkan pendapatan daerah terutama disektor pariwisata...so...tetap semangat untuk memajukan daerah sekitar wilayah pesisir di indonesia tercinta...

indahnya karuniaMU Ya ALLOH...

pantai teluk limau dg batu-batu besarnya
pantai tikus yang eksotis & masih alami...amazing...

pantai tanjung langka di koba kab.bangka tengah

pantai batu berdaun

tanjung pesona

semoga kami bisa menjadi insan yang selalu mensyukuri atas semua nikmat &a karunia yang tlah ENGKAU beri, mampu memberi manfaat bagi sesama...dan...moga semua ini berbarokah.aamiin...
senyum semangat for & b'cz ALLOH...~_^...