Laman

Kamis, 20 Oktober 2011

Lokomotif B23 Penuh Kenangan


Keuntungan finansial yang diperoleh perusahaan kereta api swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg maatschappij (NIS) dari pengoperasian jalur kereta api rute Semarang – Solo – Yogyakarta dan Jakarta – Bogor memberi harapan baru kepada para pengusaha swasta yang telah berminat untuk menanamkan modal mereka dalam kegiatan jasa angkutan dengan kereta api. Perusahaan kereta api swasta Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM) mendapat konsesi dari pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1894 untuk membangun jalan rel di sekitar kota Kediri, Jombang dan Pare. Konstruksi jalan rel pertama dibangun KSM pada rute Jombang – Pare – Kediri (50 km) dan selesai dibangun pada tahun 1897.

Stasiun Pare merupakan kantor pusat dari KSM. Di stasiun ini juga terdapat dipo lokomotif. Pada tahun 1897 – 1900, KSM telah berhasil membangun jalan rel dengan total panjang 121 km. Untuk melayani rute ini, KSM mendatangkan lokomotif uap B23 dari pabrik Henschel (Jerman) pada tahun 1900 sebanyak 1 lokomotif saja. Lokomotif ini digunakan untuk menarik rangkaian kereta yang mengangkut hasil perkebunan dan penumpang pada rute jarak dekat. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, tingkat produktivitas pertanian dan perkebunan di kota Kediri dapat dikatakan cukup besar, banyak tanah yang disewakan untuk menjadi perkebunan.

Loko B23

Lokomotif B23 memiliki susunan roda 0-4-0T merupakan lokomotif yang memiliki dua silinder berdimensi 280 mm x 430 mm pada sisi luar dengan roda penggerak berdiameter 800 mm. Lokomotif ini dapat melaju hingga kecepatan maksimum 25 km/jam. Berat keseluruhan 16 ton. Lokomotif B23 menggunakan bahan bakar kayu jati atau batubara.

Karena KSM mengalami kesulitan keuangan maka lokomotif ini dipindah ke kota Madiun untuk dioperasionalkan di jalan rel milik perusahaan kereta api Staats Spoorwegen. Satu-satunya lokomotif seri B23 yang didatangkan di Indonesia adalah B23 01. B23 01 saat ini dipajang di Museum Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Sumber: http://indonesianheritagerailway.com

Senin, 10 Oktober 2011

Sejarah Yang Terlupakan

Kita mungkin tak akan lupa foto yang ada di buku sejarah. Kalau melihat gambar hitam putih ada orang ditandu, kita langsung berpikir: Jederal Sudirman. Kini tandu tersebut diabadikan di museum Museum Satria Mandala. Lalu bagaimana dengan nasib para pemikul tandunya? 


Berikut tulisan tentang nasib mereka yang diambil dari malangraya.web.id Perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia memang takkan pernah dilupakan rakyat. Akan tetapi, tak banyak sosok pejuang yang bisa diingat rakyat. Djuwari (82 tahun), barangkali satu dari sekian banyak pejuang yang terlupakan. Kakek yang pernah memanggul tandu Panglima Besar Jenderal Soedirman itu, kini masih berkubang dalam kemiskinan. 

Tepat pada peringatan proklamasi 17 Agustus, Malang Post berusaha menelusuri jejak pemanggul tandu sang Panglima Besar. Djuwari berdomisili di Dusun Goliman, Desa Parang Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, kaki Gunung Wilis. Kampungnya merupakan titik start rute gerilya Panglima Besar Sudirman Kediri-Nganjuk sepanjang sekitar 35 km. 



Dari Malang, dusun Goliman bisa ditempuh dalam waktu sekitar empat jam perjalanan darat. Kabupaten Kediri lebih dekat di tempuh lewat Kota Batu, melewati Kota Pare Kediri hingga menyusur Tugu Simpang Gumul ikon Kabupaten Kediri. Terus melaju ke jurusan barat, jalur ke Dusun Goliman tak terlalu sulit ditemukan. Sejam melewati jalur mendaki di pegunungan Wilis, Malang Post pun tiba di pedusunan yang tengah diterpa kemarau. Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman memang sangat jauh dari keramaian kota. Titik start gerilya berada di kampung yang dikepung bukit-bukit tinggi dan tebing andesit. 


“Inggih leres, kulo Djuwari, sampeyan saking pundi?” kata seorang kakek yang tengah duduk sambil memegang tongkat di sudut rumah warga Dusun Goliman. Melihat sosok Djuwari tak nampak kegagahan pemuda berumur 21 tahun, yang 61 tahun lalu memanggul Panglima Besar. Namun dipandang lebih dekat, baru tampak sisa-sisa kepahlawanan pemuda Djuwari. Sorot mata kakek 13 cucu itu masih menyala, menunjukkan semangat perjuangan periode awal kemerdekaan. Sang pemanggul tandu Panglima Besar itu mengenakan baju putih teramat lusuh yang tidak dikancingkan. Sehingga angin pegunungan serta mata manusia bebas memandang perut keriputnya yang memang kurus. Sedangkan celana pendek yang dipakai juga tak kalah lusuh dibanding baju atasan. 

Rumah-rumah di Dusun Goliman termasuk area kediaman Djuwari tak begitu jauh dari kehidupan miskin. Beberapa rumah masih berdinding anyaman bambu, jika ada yang bertembok pastilah belum dipermak semen. Sama halnya dengan kediaman Djuwari yang amat sederhana dan belum dilengkapi lantai. “Sing penting wes tau manggul Jenderal, Pak Dirman. Aku manggul teko Goliman menyang Bajulan, iku mlebu Nganjuk,” ujar suami almarhum Saminah itu ketika ditanya balas jasa perjuangannya. Dia bercerita, memanggul tandu Pak Dirman (panggilannya kepada sang Jenderal) adalah kebanggaan luar biasa. Kakek yang memiliki tiga cicit itu mengaku memanggul tandu jenderal merupakan pengabdian. Semua itu dilakukan dengan rasa ikhlas tanpa berharap imbalan apapun. 

Sepanjang hidupnya menjadi eks pemanggul tandu Soedirman, keluarga Djuwari beberapa kali didatangi cucu Panglima Besar. Pernah suatu kali diberi uang Rp 500 ribu, setelah itu belum ada yang datang membantu. Pemerintahan yang cukup baik kepadanya adalah pada zaman Soeharto, sesekali dia digelontor bantuan beras. “Biyen manggule tandu yo gantian le, kiro-kiro onok wong pitu, sing melu manggul teko Goliman yaiku Warso Dauri (kakak kandungnya), Martoredjo (kakak kandung lain ibu) karo Djoyo dari (warga Goliman),” akunya. Perjalanan mengantar gerilya Jenderal Soedirman seingatnya dimulai pukul 8 pagi, dengan dikawal banyak pria berseragam. Rute yang ditempuh teramat berat karena melewati medan berbukit-bukit dan hutan yang amat lebat. 

Seringkali perjalanan berhenti untuk beristirahat sekaligus memakan perbekalan yang dibawa. “Teko Bajulan (Nganjuk), aku karo sing podho mikul terus mbalik nang Goliman. Wektu iku diparingi sewek (jarit) karo sarung,” imbuhnya. Ayah dari empat putra dan empat putri itu menambahkan, waktu itu, istrinya (sudah dipanggil Tuhan setahun lalu) amat senang menerima sewek pemberian sang Jenderal. Saking seringnya dipakai, sewek itupun akhirnya rusak, sehingga kini Djuwari hanya tinggal mewariskan cerita kisahnya mengikuti gerilya. “Pak Dirman pesen, urip kuwi kudu seng rukun, karo tonggo teparo, sak desa kudu rukun kabeh,” katanya. 

Dari empat warga Dusun Goliman yang pernah memanggul tandu Panglima Besar, hanya Djuwari seorang yang masih hidup. Putra Kastawi dan Kainem itu masih memiliki kisah dan semangat masa-masa perang kemerdekaan. Ketika ditanya soal periode kepemimpinan Presiden Soekarno hingga SBY, Djuwari dengan tegas mengatakan TIDAK ADA BEDANYA.

Sumber at: http://www.hajsmy.us/2011/10/sosok-pemikul-tandu-jendral-sudirman.html

Kamis, 15 September 2011

Wisata Sumber Ubalan

Wisata Ubalan  terletak kurang lebih 18 Km ke timur Kota Kediri tepatnya di Dusun Kalasan Desa Jarak Kecamatan Plosoklaten, dapat ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan. Tempat wisata Ubalan ini sngat mudah diakses karena letaknya yang dekat jalan raya yang menghubungkan antara Blitar dan Kediri.


Dahulu saat kami masih berdomisili di Turen, kota kecil di selatan Malang, kami sering melewati jalan ini (dusun kalasan, dimana wisata ubalan berada) saat bersilaturrahmi dengan saudara yang ada di Pare, Kediri.


Daya tarik wisata Sumber Ubalan berupa hutan lindung alami dengan berbagai jenis pohon hutan yang luasnya kurang lebih 12 Ha. disamping  itu juga sumber air di tengah hutan yang berhawa sejuk. Kawasan Sumber Ubalan juga menyediakan kolam renang, kolam pancing, panggung terbuka, berkemah, kolam perahu, restoran, mainan anak-anak, atau sekedar menikmati taman yang ditata indah dan asri. 


Penduduk lokal percaya bahwa air dari sumber mata air Ubalan ini bisa memperpanjang umur dan bisa membuat awet muda.

kolam renang di wisata ubalan

ruang pertemuan di ubalan

Taman wisata ini memiliki hutan lindung dan mata air yang jernih disamping juga:
  1. Wana wisata
  2. Kolam renang
  3. Kolam perahu dan sepeda air
  4. Taman bermain anak-anak
  5. Kolam pancing
  6. Taman asri yang indah
  7. Panggung hiburan
  8. Bumi perkemahan

Saat aji bersekolah di TK Tauladan Pare, aji pernah mengikuti kegiatan outbond yang diadakan sekolah TK tersebut. Semua anak TK baik PAUD, TK A dan TK B beserta guru dan wali murid berada di wisata Ubalan ini. Begitu senangnya anak-anak mengikuti pembelajaran di alam.

berfoto bersama di pintu masuk

aji melewati jalan titian memakai tali

memanjat tali

beraksi merangkak

flying fox...seruuu...

Senangnya aji bisa mengikuti kegiatan outbond bersama teman-teman di TK Tauladan Pare Kediri. Sebaiknya jangan dilewatkan ya, tuk mampir dan berwisata di Sumber Ubalan ini saat anda melewati jalur ini (Kediri - Blitar melalui Plosoklaten)...dijamin gak bakal kecewa dech, karena obyek wisatanya beraneka ragam lho bagi keluarga dan semuanya.

Wisata di Gunung Kelud


Gunung Kelud merupakan salang satu gunung yang masih aktif di Indonesia. Saat ini, Gunung kelud sangat fenomenal dengan kubah baru yang ada dari danau tersebut. Untuk mencapai Gunung Kelud, para pengunjung dapat datang dari arah Kediri ke Wates - Margomulyo - Bambingan hingga Jurang Gelap atau Gunung Pedot. Dari Jurang Gelap sampai kubah baru Gunung Kelud sekitar 2 km dan kita bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. 
 
jalan menuju gunung kelud

gerbang pintu masuk ke gunung kelud

Jika berwisata ke gunung kelud, janganlah khawatir, karena di akses jalan ke sana sangatlah mudah, di samping itu Pemkab Kediri juga telah dan masih terus membangun fasilitas yang menunjang agar wisatawan semakin suka dan senang berwisata di daerah ini. Salah satunya rest area (tempat istirahat) dan juga area parkir.

rest area

Gunung kelud saat ini telah berubah. Jika dahulu terdapat kawah hijau, namun kini setelah Gunung Kelud meletus pada tahun 2007  kawah yang indah hilang dan muncul kawah baru yang berbeda dari sebelumnya.

gunung kelud saat masih ada kawah

 peningkatan aktifitas lava

Peningkatan aktivitas Gunung kelud menunjukkan aktivitas fenomenal yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Suhu air pada tahun 1990 ketika meletus sekitar 400 derajat Celsius,
namun dalam peristiwa ini, suhu air meningkat sampai 77,50 Celsius, membuat termometer rusak akibat pemanasan yang tinggi. Gempa bumi juga mengalami peningkatan, baik vulkanik dan gempa tektonik. Gempa bumi lebih tinggi dibandingkan ketika meletus pada tahun 1990.

aktifitas terbentuknya kubah

Peristiwa puncak Gunung kelud ketika muncul kubah dari danau kawah terjadi pada tanggal 5 November 2007 dengan diameter 100 meter serta tinggi 20 meter dari air kawah. Hingga saat ini, Kubah Lava masih tumbuh perlahan-lahan hingga ketinggian 200 meter dan melebar ke sisi barat daya dari luas danau kawah.


 

Dengan kondisi Gunung kelud saat ini, maka Gunung kelud memiliki wajah baru. Dengan kubah baru yang berasal dari kawah, Gunung Kelud terlihat lebih indah dari sebelumnya, dan merupakan peristwa fenomenal yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Perubahan  Gunung kelud dengan Kubah baru sangat menarik bagi pengunjung dan merupakan panorama yang fantastis serta membuat pengunjung penasaran.




Kawasan ini berada + 40 km, + 45 menit dari Kota Kediri dan merupakan wisata gunung aktif berketinggian 1730 m dpl. Suasana yang sejuk dan panorama pegunungan yang indah menjadikan kawasan ini menarik bagi wisata alam, petualangan, dan kesehatan. Daya tarik dari obyek wisata ini antara lain:
  1. Area perkebunan yang rindang dan sejuk
  2. Panorama pegunungan yang indah
  3. Area panjat tebing, jogging, lintas alam, dan bumi perkemahan
  4. Jalan lorong menuju kawah di bawah gunung
  5. Danau kawah belerang di bawah gunung
  6. Pusat Informasi Vulkanologi
  7. Pertunjukan hiburan setiap hari libur/besar.


gedung teather untuk pertunjukan/hiburan

lorong menuju kawah

fenomena jabal magnet

air panas di kelud


pesona kelud di malam hari

Tempat wisata ini buka setiap hari dan bisa dicapai dengan kendaraan bermotor. Jangan lupa bagi anda yang sedang perwisata di kediri untuk mampir juga ke tempat wisata gunung kelud.

sumber foto: dari berbagai image di google

Rabu, 17 Agustus 2011

Tempat Kursus di "Kampung Inggris" Pare

Berikut Informasi tentang tempat kursus yang ada di Pare:
1. Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kab. Kediri Jatim
BEC
Program : 6 bulan
Sasaran : Grammar, Speaking
Biaya : Masuk : Rp 150 rb + Spp : Rp 50rb / bln
Suasana : Agak resmi, pake sepatu, meja kelas kaya SMA, seragam hitam putih hari jumat dan ujian, wanita muslim pake jilbab, dilarang masuk kelas pake sarung bagi yg cowok


HEC 1 & 2
Program : 3 bulan
Suasana : Mirip BEC (cabangnya BEC sih)

Harvard
Program : 1 bulan
Suasana : Bebas
Biaya : kalo ngga salah Rp 75 rb / bln / program


2. Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kab. Kediri Jatim
ELFAST
Program : 2 Minggu & 1 Bulanan
Biaya : Rp 40rb – 85rb / bln (tergantung program apa yang dipilih)
Suasana : Bebas
Sasaran : Grammar, Translation, Writing & TOEFL


Daffodiles
Program : 2 Minggu & 1 Bulanan
Biaya : Rp 70-an / bulan
Sasaran : Speaking & Pronounciation
Suasana : Bebas


Mahesa Institute
Program : 2 minggu, 1 bulanan dan program D2 plus
Biaya : tergantung ambil program yang mana
Sasaran : Grammar, Speaking
Suasana : agak resmi hampir sama dengan BEC

Smart ILC
Program : 1 bulanan
Biaya : Rp 70-80rb an/bln
Suasana : Bebas
Sasaran : Grammar
Smart ILC juga punya homestay english area yang disebut S’TORY (Smart Dermitory)


Access
Program : 1 bulanan
Biaya : Rp 70-80an/bln
Suasana : Bebas
Sasaran : Pronounciation, Speaking dan Grammar
Access punya homestay english area yang disebut Access girl /boy

Marvelous
Program : 1 bulanan
Biaya : Rp 70-80-an
Suasana : Bebas
Sasaran : Speaking, Pronounciation dan Grammar
Marvelous punya homestay english area juga yang namanya Marvelous 1, 2, 3, dst


Krishna
Program : 2 mingguan, 1,5 bulan dan 1 bulanan
Biaya : Rp 20 rb – Rp 150rb
Sasaran : Grammar & Speaking
dan lain-lain


Transport :
1.    Naik KA
Dari Jakarta: Stasiun Pasar Senin naik KA jurusan Malang (Mataremaja, Gajayana, kereta Senja), kemudian turun di Stasiun Kediri. Dari Stasiun Kediri naik becak ke Halte Bis Toyota (bayar sekitar Rp. 10.000,-). Dari Halte tunggu bis besar Jurusan Surabaya yang lewat Pare (biasanya harapan Jaya, awas hati2 jangan sampai keliru bis yang lewat Kertosono) atau bisa juga naik bis ukuran agak kecil warna biru (puspa indah) jurusan Malang turun di BEC Pare ( bayar sekitar Rp 5.000,-). Dari situ segera mencari tempat kursus dan kost-kostan sesuai dengan waktu dan biaya yang kita punya.


Dari Jakarta: Stasiun Gambir / Stasiun Pasar Senin naik KA Jurusan Surabaya/Jombang turun Stasiun Jombang. Dari stasiun Jombang keluar melalui pintu utama kemudian jalan ke arah kanan sampai menemukan perempatan besar, menyeberang rel dan jalan raya kemudian naik bis ke arah Kediri/Trenggalek yang lewat Pare. Turun di lampu merah perempatan Tulungrejo (membayar sekitar Rp 5.000,-). Dari perempatan Tulungrejo naik becak ke Mahesa Institute atau ke BEC (membayar sekitar Rp.10.000,-). Dari Mahesa atau BEC segera mencari tempat kost dan kursus.


2. Naik Bis
Cari bis jurusan Kediri turun terminal Kediri. Dari terminal naik bis besar jurusan Surabaya yang lewat Pare (hati2 jangan keliru yg lewat Kertosono) atau bus ukuran kecil warna biru jurusan Malang lewat Pare turun di BEC Pare. (membayar sekitar Rp.5.000,-). Dari situ segera mencari tempat kursus dan kost-kostan sesuai dengan waktu dan biaya yang kita punya.


Jika dari Surabaya naik bis jurusan Kediri yang lewat pare, kemudian turun di lampu merah perempatan desa Tulungrejo (membayar sekitar Rp 5.000,-). Dari perempatan Tulungrejo naik becak ke Mahesa Institute atau ke BEC (membayar sekitar Rp.10.000,-). Dari Mahesa atau BEC segera mencari tempat kost dan kursus.


Jika dari Malang, naik bus Puspa Indah jurusan Kediri,  kemudian turun di lampu merah perempatan desa Tulungrejo (membayar sekitar Rp 5.000,-).  Dari perempatan Tulungrejo naik becak ke Mahesa Institute atau ke BEC (membayar sekitar Rp.10.000,-). Dari Mahesa atau BEC segera mencari tempat kost dan kursus. Perlu diperhatikan, jika naik bus dari Malang saat malam hari, maka bus tidak melewati perempatan lampu merah Tulungrejo, jadi turunnya di perempatan lampu merah desa Gedangsewu, baru kemudian naik becak ke "kampung inggris".


Biaya Makan:
Nasi Ayam : berkisar Rp 3500 - Rp.5.000,-
Nasi Goreng : Rp 2.500-Rp.4.000,-
Bakso : Rp 2.000 - Rp 4.000,-
Mi ayam : Rp 2500
Nasi Sayur : Rp 2.000
Nasi pecel: Rp. 2.500 - Rp 4.000,-
Es/jus buah: Rp. 2.000


Biaya Kost :
english area : Rp 100.000 - 250.000 (include program)
non english area = Rp 50.000 - Rp 80.000,-


Tempat Nongkrong :
Garuda Park (tugu garuda): banyak warung/pedagang kaki lima menjual makanan
Gua Surowono (adventuring, menyusuri gua, for free)
candi Surowono: refreshing sejarah
Masjid An Nur (Masjid Agung Kab. Kediri): ada taman, tempat nyaman untuk belajar
Alun-alun Pare: warung/pedagang kaki lima, taman bermain, tempat duduk

Alamat Lembaga Kursus di "Kampung Inggris" Pare

1. Basic English Course (BEC) Pare Kediri
Alamat : Jl. Anyelir No. 8 RT/RW 02/XII Singgahan Pelem
PO BOX 146 PARE Phone ( 0354 ) 392987
PARE KEDIRI JAWA TIMUR 64201

2. EECC Pare Kediri
Effective English Communicative Course (EECC) Pare Kediri
Sekretariat EECC, Jl. Flamboyan No 109 Tulungrejo Pare Kediri 64212 telpon: 0354-392571
atau lewat email: akhlis_eecc@yahoo.com

3. Mahesa Institute
Jl. Mawar No.04 Pare-kediri-East Java 64212 fax: (0354) 398123
Email: mahesa_walsama@yahoo.co.id Office II:
Jl. Ketis Kulon X 33 Surabaya
Telp. 031-8287893, 8298099
Fax: 031-8287893
Email: walsamaindonesia@yahoo.com

4. WTC English Course
 Jl Anyelir 2 singgahan pelem pare Kediri
(300 M dari tugu garuda ke arah utara)
Phone :0354-39824 Hp :085-856466377
Website Http://Info –wtc.tripod.com
Blog http://tanahair-indonesia.blogspot.com

5.The Marvelous U.S.A Pare Kediri
 Jl. Anyelir No.18 Tulungrejo-pare 64212-Kediri-JATIM
Phone: 0888-318-4718

6. The Awareness English Course Pare Kediricall center:
1. Mr. Rohim : 081392207453 / 08170321054
2. Mr. Faruk : 085736308571
3. Mr. Rozak : 08565534659

7. Surya English Course (SEC) Pare Kediri
Jl. Brawijaya No.03 Singgahan Pelem Pare Kediri
Telp. (0354) 392396 Hp. 081359812323

8. Kursus Bahasa Inggris Smart Pare Kediri
Smart International Language Course
Jl. Flamboyan No. 182 A (pondok Mogol) Tulungrejo-Pare
KEDIRI-JAWA TIMUR 64212
Phone: 0354) 391505 Hp: 08155630924

9. RHIMA ENGLISH COURSE Pare Kediri
Rhima English Course
Jl. Anyelir 23A Singgahan Pelem Pare, Kediri tlp (0354) 398129

10. Kursus Bahasa Inggris Pyramid English Course
PYRAMID ENGLISH COURSE
JL. Brawijaya 119 Pare Kediri tlp (0354) 399722

11. Kursus Bahasa Inggris OCEAN Pare Kediri
OCEAN COMMUNICATIVE INTEGRATED ENGLISH COURSE
Alamat: Jl. Brawijaya 47 Pare-Kediri (Samping kantin baso danis)
Call Center:
1. Mr.Oyik : 081359354199
2. Miss Aning : 081336371742
3. Mr. Gie : 081931880898

12. Kursus Bahasa Inggris Kresna Pare Kediri
KRESNA ENGLISH LANGUAGE INSTITUTE
Jl. Asparaga No. 13 Tegalsari-Tulungrejo, Pare-Kediri Jawa Timur 64212
Phone: 08283321624. Email: kresna_bibe@yahoo.co.id

13. Kursus Bahasa Inggris HEC-1 Pare Kediri
Happy English Course (HEC-1)
Cabang BEC
Jl. Langkat No.34 Pelem- Kediri
Telp. 0354-396031

14. Kursus Bahasa Inggris HEC-2 Pare Kediri
Happy English Course (HEC-2)
Cabang BEC
Jl. Pinang No.3C Singgahan-Pelem
Telp. 0354-397402 Pare-Kediri.
( 100 M arah barat BEC)

15. Kursus Bahasa Inggris Harvard Pare Kediri
HARVARD
Jl. Seruni 19 Telp (0354) 397994 Singgahan-Pelem-Pare

16. Kursus Bahasa Inggris Genta English Course Pare Kediri
GENTA ENGLISH COURSE
Jl. Kemuning No.36 Tulungrejo Pare Kediri Jawa Timur
Telp: 0354-390352 Hp: 081330726735
Email: genta_english_course@yahoo.com

17. Kursus Bahasa Inggris Future English Course Pare Kediri
FUTURE ENGLISH COURSE
Jl. Seruni No.8 Singgahan Pare Kediri
Phone 03547069931/081335230849

18. Kursus Bahasa Inggris Elfast Pare Kediri
ENGLISH LANGUAGE AS FOREIGN APPLICATION STANDARD
(ELFAST)
Jl. Anggrek No. 17 Pare & (0354) 399844 Pare – Kediri

19. Kursus Bahasa Inggris Double-E Pare Kediri
DOUBLE-E
ENGLISH EDUCATION CAMP & COURSE
Jl. Brawijaya No.68 Tulungrejo pare-Kediri.
Hp. 085645430434

20.Kursus Bahasa Inggris The Daffodils Pare Kediri
The Daffodils
Jl. Dahlia no:21 Telp/SMS (0354) 7043450

21. Kursus Bahasa Inggris Batara English Course Pare Kediri
BATARA ENGLISH COURSE
Jl. Veteran 20A Singgahan Pelem Pare (Perempatan BEC)
Jl. Anyelir 23 Singgahan Pelem Pare Kediri (Depan BEC)
Telp. (0354) 398129 Hp: 081558552068

22. Kursus Bahasa Inggris Barron's Pare Kediri
BARRON’S
Jl. Brawijaya No. 37 Tulungrejo Pare Kediri
HP: 08170653252 / 0856554397

23. Kursus Bahasa Inggris Able and Final Pare Kediri
ABLE AND FINAL
Make U better than before
Jl. Anyelir 25 Tulungrejo, Pare
Phone: 0354-390007

24. Kursus Bahasa Jepang Sakura Indonesia Pare Kediri
SAKURA INDONESIA
Jl. Anyelir Tulungrejo-Pare-Kediri 64212 (0354) 398932

Selasa, 16 Agustus 2011

Kampungkoe Kampung Inggris

Desa Tulungrejo adalah desa kelahiranku...disanalah aku tumbuh dan berkembang hingga usia remaja. Dahulu desa ini biasa saja perkembangannya. Akan tetapi saat aku menginjak remaja (SMA) hingga saat ini, desa ku dan yang ada di sekitar desa Tulungrejo mengalami perkembangan yang begitu pesat. begitu banyak warung-warung, warnet menjamur, kuliner cepat saji, pertokoan, ada mall, fasilitas bank dan ATM yang beraneka, kendaraan yang padat merayap, ditambah berseliwerannya sepeda "onthel' dimana-mana.


pintu masuk desa Tulungrejo

Saat aku masih SD, jika berangkat sekolah pasti dech melewati 'barongan" atau taman/kebun yang liar, di mana banyak pepohonan tinggi seperti pohon bambu yang rindang, pohon asem, sawo, juwet,dsb yang masih alami dan terlihat menyeramkan (bagi anak kecil seusia ku). Dan saat melewati tempat tersebut, dijamin aku dan teman-temanku saling berlarian (entah karena ketakutan karena seperti 'angker' atau karena pengen cepat-cepat nyampek sekolah agar tidak terlambat...hehehe...).


perempatan Tulungrejo, menuju kampung inggris


Tapi, setelah 10 tahun berlalu, tepatnya waktu aku memasuki dunia SMA, tempat yang menyeramkan bagi kami tersebut dah tidak ada, karena sudah berganti menjadi perkampungan (dibangun rumah warga) dan ada mushola/masjidnya. begitu cepatnya laju pertumbuhan penduduk ini salah satunya disebabkab karena program keluarga berencana (KB) yang saat ini kurang menggema lagi gaungnya seperti saat zamannya Bapak presiden Soeharto. Ditambah lagi karena semakin banyaknya pendatang yang bekerja dan menetap di kota pare karena efek adanya "Kampung Inggris". Ya, dulu jalanan tidak begitu ramai, sekarang begitu banyak sepeda "onthel" yang berseliweran di jalan-jalan kecil atau gang-gang kampung ku. Dulu hamparan sawah membentang, sekarang sudah banyak menjadi tempat kost-kostan, warung, warnet, dsb.


Kampung inggris....apa sich kampung inggris itu....

Kampung inggris atau kampung bahasa adalah sebutan bagi Dusun Singgahan, Desa Pelem, Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, dimana ada puluhan tempat kursus bahasa asing berada. Hal ini tak lepas dari peran Bapak Muhammad Kalend Osen asal Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 20 Februari 1945. Di kampung halamannya Pak Kalend berprofesi sebagai guru namun profesi sebagai guru di Kalimantan tidak membuatnya puas untuk menimba ilmu. Hingga pada usia 27 tahun dia memilih melanjutkan pendidikan di Pulau Jawa.

SEJARAH
Pada tahun 1971 Pak Kalend belajar di Pondok Pesantren Modern Darusssalam, Gontor, Ponorogo. Di Gontor Kalend tidak sampai lulus hanya mengenyam pendidikan hingga kelas lima Kuliatul Muallimin Al Islamiyah (setara kelas dua SMA). Padahal saat itu usia Pak Kalend sekitar 31 tahun.

Sekitar tahun 1976, Pak Kalend datang ke Dusun Singgahan untuk belajar berguru kepada KH. Ahmad Yazid, tokoh agama setempat sekaligus pengasuh masjid dan Pondok Darul Falah. Kiai Yazid juga dikenal menguasai sembilan bahasa asing selain pengetahuan agama yang luas.

Sebenarnya Pak Kalend tidak sengaja memulai mengajar bahasa inggris. Saat itu ada dua mahasiswa semester akhir IAIN Sunan Ampel, Surabaya yang datang ke Pare untuk berguru bahasa inggris kepada Kiai Yazid. Kedua mahasiswa itu akan menjalani ujian akhir bahasa Inggris di kampusnya untuk mendapatkan gelar sarjana. Namun saat itu Kiai Yazid sedang keluar daerah, padahal ujian akhir tinggal lima hari lagi.

jalan menuju BEC

Akhirnya istri Kiai Yazid menyarankan mahasiswa tersebut untuk belajar bahasa Inggris kepada Pak Kalend. Pak Kalend pun memberanikan diri untuk mengajar dua mahasiswa itu, walau dia belum pernah mengenyam bangku kuliah. Akhirnya keduanya belajar bahasa Inggris bersama Kalend di Masjid Darul Falah selama lima hari untuk membahas 350 soal yang menjadi acuan untuk ujian bahasa Inggris dua mahasiswa itu.

Berbekal pelajaran dari Pak Kalend, kedua mahasiswa itu lulus dan menyandang gelar sarjana. Setelah ujian di IAIN Sunan Ampel Surabaya, kedua mahasiswa tersebut kembali berguru kepada Pak Kalend. Kisah sukses kedua mahasiswa itu lantas menyebar dari mulut ke mulut. Sejak saat itu banyak santri yang berguru kepada Pak Kalend. Akhirnya Pak Kalend mendirikan lembaga kursus yang diberi nama BEC, yang pada awalnya juga masih di serambi masjid. Pesertanya pun hanya remaja sekitar dan tanpa biaya.

BEC...lembaga khusus pioner

Setelah BEC berdiri dan masyarakat luas mengetahui kampung inggris, mak bermunculan lembaga kursus lainnya yang berdampak positif bagi masyarakat sekitarnya. Semula hanya di desa Singgahan tempat kursus bahasa inggris, tapi kemudian di desa sebelahnya yaitu desa Tulungrejo juga bermunculan lembaga-lembaga kursus bahasa inggris. Secara tidak langsung, penduduk sekitar sangat merasakan manfaat dari sisi ekonomi. Awalnya penduduk sekitar bermata pencaharian sebagai petani, sekarang penduduk dapat membuka usaha lain seperti rumah kos, warung, warnet, toko, counter handphone, fotokopi dan sebagainya. Selain dari segi ekonomi dampak positif lainnya adalah tingkat pendidikan masyarakat makin tinggi, pengetahuan bahasa masyarakat secara tidak langsung juga bertambah.

Tempat Tinggal/Kos
Sekarang sangat mudah memilih tempat tinggal atau Kos di kampung inggris ini. Begitu banyak penduduk yang membuka kos untuk tempat tinggal sementara selama belajar disana. Ada dua jenis kos yaitu Kost biasa dan Kost english area. Kost biasa adalah kost yang hanya untuk tempat tinggal menginap saja. Kos dengan label English Area yaitu kost-kostan yang juga memiliki program bahasa English untuk menunjang materi di tempat kursus. 

Di kost english area ini anda wajib menggunakan bahasa inggris dalam komunikasi sehari-hari. Bahkan ada pembimbing khusus dari tempat kursus yang ditugaskan melatih bahasa inggris di dalam kost. Sebuah kombinasi yang bagus, di dalam kursus diajari materi dan praktek, di kehidupan sehari-hari juga dipraktekkan disertai pembimbing di dalam Kost.

Untuk biaya Kost English Area memang relatif lebih mahal dibandingkan dengan yang kost biasa saja. Sehingga, pilihan ada di tangan anda, jika ingin lebih cepat dan memperdalan bahasa yang dikuasai, maka pilihlah yang Kost Full English Area, tapi jika hanya sekedar belajar dan menimba ilmu bahasa serta karena faktor biaya, maka kost biasa pilihannya.

Lingkungan
Lingkungan di kampung inggris ini sangat kondusif. Untuk muslim disini mengharuskan anda untuk memakai Jilbab bagi perempuan dan bagi laki-laki memakai kemeja dan celana panjang. Apalagi di tempat kursus yang sangat disiplin seperti BEC. Di kampung inggris ini biaya hidup cukup murah, bahkan bisa dibilang sangat murah. Baik kost-kostan tempat tinggal ataupun makanan.

sebagai acuan, ada yang memberi tarif kost-kostan sekitar Rp 50.000,- sampai dengan Rp. 250.000,-/bulan, tergantung dari fasilitas yang diberikan oleh pemilik kost-kostan. Sedangkan untuk biaya makan, dijamin murah lho dibandingkan dengan kota-kota yang lainnya. Untuk nasi satu bungkus dengan lauk ayam sudah bisa kita dapat dengan harga Rp.4.000,- saja. bahkan yang penggila nasi pecel, sangat dimanjakan, karena di sana begitu mudahnya ditemukan warung-warung penjual nasi pecel. Untuk yang sederhanya dengan lauk hanya tempe/tahu harga per bungkusnya sekitar Rp.2.500,-. jadi bisa dibayangkan, dalam satu hari dengan Rp 10.000,- kita bisa makan tiga kali. Murah banget kan....^_^...

Untuk alat transportasi bagi para penimba ilmu tidak usah bingung, tersedia persewaan sepeda untuk transportasi ringan, umumnya 50rb rupiah per bulan. Apalagi bila ditanggung rame-rame dengan teman se-kost. Kalau dari luar kota transportasi juga cukup mudah karena kampung inggris ini dilewati bus dari jurusan surabaya-tulungagung dan kediri-malang.

Tempat Kursus
Cukup sulit untuk menyebutkan nama satu persatu dengan begitu banyak lembaga kursus di kampung inggris ini. Sebagai gambaran di BEC milik Pak Kalend, disana siswa benar-benar dituntut untuk disiplin dan kemauan belajar tinggi. Anda tidak bisa semaunya bolos tanpa ijin. bahkan bila tidak masuk 3 hari saja Siswa dikeluarkan. Menurut teman yang belajar disana, dia sangat puas dengan metode pengajarannya walaupun tingkat awalnya takut dengan aturan BEC yang cukup ketat. Kalau tidak mampu menempuh level dalam waktu ditentukan siswa bisa di keluarkan. Umumnya pada saat musim liburan sekolah, kampung inggris ini diserbu pelajar, mahasiswa ataupun masyarakat umum yang ingin belajar dan memperdalam bahasa inggris.

Kalau anda ingin model “santai” pilihlah yang model kuliahan, Siswa sendiri yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Tapi, jika dikejar target (bagi yang akan bekerja/ ikut jenjang pendidikan lebih tinggi) maka Intensive Course (les private)lah pilihannya.

oh iya, karena pengabdian dan jasa dari Pak kalend inilah, maka Seputar indonesia menganugerahi Pak Kalend Osen sebagai  tokoh pendidik teladan dan mendapatkan penghargaan People  of The Year (POTY) 2009. Pemilihan Kalend Osen sebagai  tokoh pendidik teladan hingga  mendapatkan penghargaan People  of The Year (POTY) 2009 dari  Seputar Indonesia bukan tanpa  alasan. Dimana beliau telah memberikan jasa yang luar biasa bagi masyarakat yang ada di desa Singgahan khususnya dan masyarakat sekitar desa Singgahan pada umumnya serta bagi semua orang yang telah mengenyam pendidikan di "kampung inggris" ini.